Selasa, 21 Desember 2010

Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA


Oleh : Frank Slazak

Semua dimulai sebagai impian, aku ingin menjadi seorang astronot, aku ingin terbang ke luar angkasa. Tapi aku tidak memiliki "hal yangtepat", aku tidak memiliki gelar, dan aku bukan seorang pilot. Laluterjadilah! Gedung putih mengumumkan pencarian warga biasa untuk ikut dalampenerbangan 51-L pesawat ulang alik challenger, dan warga itu adalahseorang guru. Aku warga biasa dan aku seorang guru. Pada hari itu juga akumengirimkan surat lamaran ke Washington setiap hari aku berlari ke kotakpos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan!Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku!

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekatsaat NASA melakukan test fisik dan mental. Saat tes selesai, aku menunggudan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Aku akhirnyamenerima panggilan yang telah lama kudambakan dan kumohon dalam doa.NASA memilihku untuk mengikuti program latihan astronot khusus di KennedySpace Center. Dari 43.000 pelamar, manjadi 10.000 orang dan akhirnyaaku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, eksperimen mabukudara. Mana di antara kami yang melewati ujian akhir ini? Tuhan, biarlahdiriku yang terpilih, aku berdoa. Aku sangat menginginkannya. Lalu,tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christa McAufliffe.Aku kalah. Impian hidupku hancur. Depresi, rasa percaya diri lenyap, danrasa marah menggantikan kebahagiaanku saat aku mempertanyakan semuanya;Kenapa Tuhan, kenapa bukan aku? Bagian diriku mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling ke pada ayahku, diaberkata, " Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untukmelihat peluncuran challenger. Saat pesawat itu melewati menara landasanpacuan, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku maumelakukan apa saja agar ada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluhtiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapussemua keraguanku saat challenger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

aku ingat kata-kata ayahku, "SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN" Akutidak terpilih untuk penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannyakarena rencana Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku dibumi ini.Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorangpemenang. Aku menang karena aku telah kalah.

Frank Slazak
"Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku
dikabulkan."

AKU MENANG KARENA AKU KALAH (SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN)

Hari Ibu ________________________________________(wikipedia)

Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Rabu, 15 Desember 2010

IBU

Renungan Tentang IBU . . . . . . .


Pernahkah kita mencoba mengingat akan masa lalu………..????
Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan sang bunda……
Bunda selalu membawa kita kemanapun ia pergi………
Tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak………
Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama kita menyapa dunia ini……
Bunda pun selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang……
Kadang kita telah begitu saja mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari……mengganti popok kita yang basah, memberikan kita air susu ketika kita lapar………….
Dan kita hanya bisa menangis saja ketika itu………
Kita selalu diayun, dipangku dan ditimang-timang
Lalu apa balasan kita waktu itu………..????
Kita sering membuat basah baju bunda dengan air kencing kita……
Dan Bunda tak pernah sekalipun memarahi kita……
Usia kitapun beranjak perlahan……
Ingatkah ketika hari pertama kita masuk sekolah……???
Setiap pagi, Bunda selalu memandikan kita,………menyuapi kita………mengantar kita dan menunggui kita……
Bunda begitu sabar mengiringi hari kita di sekolah……
Dan kita hanya bermain ketika itu……
Lalu ketika kita beranjak remaja………
Bundapun tak henti untuk menghawatirkan kita……
Ketika kita sering pulang terlambat dengan berbagai alasaan……
Bunda hanya menatap dengan penuh cemas……
Padahal mungkin kita hanya bersenang-senang di luar sana……
Ingatkah kita pada saat Natal
Sering bunda membelikan kita baju, sepatu, celana baru………
Dengan harapan kita akan merasa senang……
Ingatkah pula apa kata kita ketika itu………..
“Ah….bajunya udah kuno gak mau ah” bunda ‘nggak tau selera anak muda…
dan bunda hanya tersenyum saja……
Saat kita mengenal cinta akan sesama………
Sering kita membohongi bunda hanya untuk bercinta semata……
Dan bundapun tak pernah lepaskan kasih sayangnya untuk kita……
Ketika bunda bilang………”Nak…….mestinya kamu sekolah dulu yang benar….jangan dulu berpacaran….””
Lantas kita hanya menjawab ”bu, saya udah gede, saya tau apa yg baik buat saya, ibu jangan terlalu mengatur saya dong!!”
Bunda hanya tersenyum dan menatap kita dengan penuh kasih sayang…

my photo



Selasa, 14 Desember 2010

Kata Hati

TUHAN,, aku percaya kasihMu,, tolonglah aku trus ya Tuhan,, kumohon jangan biarkan ku sendiri karena Engkaulah sumber kekuatan dan hidupku............................

Kebersamaan

Apakah kebersamaan itu??

Kesenangan??
Bukan, kebersamaan juga bisa datang saat susah

Kegembiraan??
Bukan, kebersamaan juga bisa datang saat sedih

Lalu apa??
Kebahagiaan??
Ya, kebersamaan itu kebahagiaan, yang tetap ada bukan hanya saat senang tetapi juga dalam susah. Yang datang bukan hanya saat senang tapi juga saat sedih.

Sudahkah kita merajut kebersamaan itu??
Bisakah kita menjalinnya??

Jawabannya ada dalam hati kita, yang bisa merasakan bagaimana sebenarnya kebersamaan itu,

kebersamaan yang membawa kebahagiaan bukan hanya sesaat, tetapi abadi,
yang membawa ketenangan dan kedamaian, bukan hanya untuk satu pribadi tetapi untuk banyak hati.